Wicked: Fenomena Film Musikal yang Mengguncang Dunia Perfilman

Wicked
Wicked (YouTube.com)

Informassa - Dunia perfilman internasional dikejutkan oleh kehadiran film musikal Wicked yang tayang pada November 2024. Disutradarai oleh Jon M. Chu, film ini merupakan adaptasi layar lebar dari musikal Broadway legendaris karya Stephen Schwartz dan Winnie Holzman, yang pada gilirannya terinspirasi dari novel Gregory Maguire tentang dunia Oz. Setelah lebih dari satu dekade menghiasi panggung teater dunia, Wicked akhirnya hadir dalam format film yang memukau dan berhasil memikat hati penonton di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Film ini tayang perdana di Sydney, Australia pada 3 November 2024, sebelum dirilis secara luas di Amerika Serikat pada 22 November 2024. Di Indonesia, Wicked mulai tayang di bioskop pada 20 November 2024 dan langsung mendapat sambutan hangat dari para pecinta film dan musikal.

Kisah di Balik Penyihir Jahat dan Penyihir Baik

Wicked mengisahkan asal-usul dua tokoh ikonik dari dunia Oz: Elphaba, yang kelak dikenal sebagai Penyihir Jahat dari Barat, dan Glinda, yang kemudian menjadi Penyihir Baik dari Utara. Berbeda dengan kisah The Wizard of Oz yang sudah dikenal luas, film ini justru mengupas masa lalu kedua karakter tersebut jauh sebelum kedatangan Dorothy Gale dari Kansas.

Cerita dimulai dengan pengumuman kematian Elphaba Sang Penyihir Jahat, yang disambut sorak sorai oleh penduduk Munchkinland. Glinda muncul dalam gelembung terbangnya dan mengonfirmasi kabar tersebut. Namun ketika seorang warga bertanya apakah Glinda benar-benar berteman dengan Elphaba, jawaban "Ya" menjadi pintu masuk bagi alur cerita yang berjalan mundur ke masa lalu.

Penonton dibawa kembali ke masa ketika Elphaba dan Glinda pertama kali bertemu sebagai mahasiswi di Universitas Shiz. Elphaba adalah gadis berkulit hijau yang kerap mendapat stigma negatif dan pengucilan sejak lahir. Sementara Glinda, yang saat itu masih bernama Galinda, adalah gadis populer, cantik, dan disenangi banyak orang. Keduanya dipasangkan sebagai teman sekamar dan memulai hubungan yang penuh konflik namun lambat laun berkembang menjadi persahabatan yang hangat.

Persahabatan mereka menghadapi ujian berat ketika Elphaba bertemu dengan Wonderful Wizard of Oz (diperankan oleh Jeff Goldblum) dan menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres di balik kekuasaannya. Keinginan Glinda akan popularitas membuatnya tergoda oleh kekuasaan, sementara tekad Elphaba untuk menjadi dirinya sendiri membawanya pada konsekuensi yang tak terduga. Di sinilah awal mula Elphaba dicap sebagai Penyihir Jahat, meskipun sebenarnya ia lebih pantas disebut "disalahpahami".

Deretan Bintang dengan Penampilan Memukau

Wicked dibintangi oleh deretan nama besar yang berhasil menghidupkan karakter-karakter ikonik dengan luar biasa. Cynthia Erivo berperan sebagai Elphaba Thropp, seorang gadis muda yang lahir dengan kulit hijau dan memiliki kekuatan sihir yang luar biasa. Erivo sukses menggambarkan perkembangan karakter Elphaba dengan mimik muka yang menarik dan vokal yang kuat dan menggelegar. Penampilannya dalam lagu "Defying Gravity" menjadi salah satu momen paling berkesan dalam film, di mana ia secara total membawakan lagu tersebut dengan pergantian dari keraguan menuju kepastian.

Di sisi lain, Ariana Grande memerankan Glinda Upland dengan sangat ceria, centil, dan kocak. Banyak kritikus menilai bahwa Grande berhasil menghidupkan karakter Glinda dengan daya magnet yang kuat, meskipun karakternya digambarkan sebagai sosok yang cetek namun tetap membuat penonton sayang. Sebagai penyanyi dengan predikat vokal empat oktaf dan kemampuan whistle register, Ariana Grande berhasil membawakan lagu-lagu Wicked dengan sempurna. Lagu "Popular" yang dibawakannya bahkan kembali hits di media sosial setelah perilisan film ini. Chemistry antara Erivo dan Grande juga mendapat pujian luas, dengan kemampuan vokal mereka yang luar biasa dan interaksi yang tumpah-tumpah di layar.

Film ini juga dibintangi oleh Jonathan Bailey sebagai Fiyero Tigelaar, pangeran tampan yang menjadi pujaan Glinda. Michelle Yeoh, pemenang Aktris Terbaik Oscar 2023, berperan sebagai Madame Morrible, profesor bidang magis di Universitas Shiz. Jeff Goldblum tampil sebagai Wonderful Wizard of Oz, sementara Peter Dinklage mengisi suara Doctor Dillamond, seekor kambing yang menjadi dosen sejarah di universitas tersebut. Ada pula Ethan Slater sebagai Boq Woodsman dan Bowen Yang dalam peran pendukung.

Keunggulan Visual dan Musikal yang Spektakuler

Salah satu daya tarik utama Wicked adalah eksekusi visual dan musikalnya yang memukau. Sutradara Jon M. Chu berhasil menghadirkan performa teater dengan versi yang lebih hidup untuk para penggemar karya klasik The Wizard of Oz. Lagu-lagu yang dibawakan dengan aransemen ala klasik dengan vokal bertenaga, ditambah koreografi para karakter dan penari yang sangat apik dan kompak, menjadi poin andalan film ini.

Latar dan CGI yang digunakan sangat mendukung unsur magis dalam film tentang sihir dan dunia Oz. Bagian latar favorit banyak penonton ada di Ozdust dan Emerald City yang dibuat sangat hidup. Sinematografi yang apik sukses menyajikan segala keindahan dunia magis Land of Oz.

Dari sisi musik, Wicked menghadirkan soundtrack yang memukau dengan lagu-lagu ikonik seperti "Defying Gravity", "Popular", "What is This Feeling", dan "Dancing Through Life". Komposer Stephen Schwartz, yang juga menciptakan musik untuk versi panggungnya, kembali terlibat dalam film ini bersama John Powell. Lagu "Defying Gravity" menjadi salah satu yang paling berkesan, dengan lirik yang menginspirasi penonton untuk berani menjadi diri sendiri dan melawan ketidakadilan.

Mengupas Tema Sosial yang Mendalam

Di balik kemegahan visual dan musikalnya, Wicked menyajikan cerita yang menggugah perenungan mendalam tentang tema-tema sosial, termasuk kecantikan, prasangka, dan stereotipe. Film ini menawarkan reinterpretasi segar dari karakter-karakter yang telah lama dikenal oleh penonton.

Glinda dan Elphaba menjadi dua representasi kontras yang memikat. Glinda adalah sosok ideal dalam narasi fantasi klasik: cantik, karismatik, dan populer. Sebaliknya, Elphaba yang lahir dengan kulit hijau sering menjadi objek ejekan dan pengucilan, meskipun dia adalah sosok cerdas, mandiri dengan hati yang penuh keberanian dan niat baik.

Film ini membongkar stereotipe tentang hubungan antara fisik dan moralitas yang selama ini mengakar dalam banyak kisah klasik, di mana tokoh dengan penampilan "tidak menarik" sering diasosiasikan dengan kejahatan. Wicked menjadikan Elphaba sebagai tokoh protagonis yang kompleks dan penuh empati, menggugah penonton untuk mempertanyakan bias yang sering diterapkan dalam menilai seseorang. Film ini juga menyoroti beauty privilege, di mana seseorang yang dianggap memenuhi standar kecantikan memiliki akses lebih mudah ke penerimaan sosial, status, dan kekuasaan.

Kesuksesan Box Office dan Pujian Kritikus

Wicked meraih kesuksesan komersial yang luar biasa. Film yang dibintangi Cynthia Erivo dan Ariana Grande ini berhasil meraih pendapatan sebesar 114 juta dolar AS (sekitar Rp1,8 triliun) di Amerika Serikat dari 3.888 bioskop selama akhir pekan perilisan dan menjadi film box office nomor 1. Secara global, film ini mengumpulkan tambahan 50,2 juta dolar AS di box office internasional, sehingga total pendapatan globalnya mencapai 164,2 juta dolar AS atau sekitar Rp2,6 triliun.

Film ini menandai pembukaan terbesar di seluruh dunia untuk sebuah film berdasarkan pertunjukan Broadway, menggantikan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Les Miserables pada tahun 2012. Hingga akhir tahun 2024, Wicked telah meraup pendapatan global lebih dari 758 juta dolar AS. Film ini juga menjadi film dengan pendapatan kotor tertinggi keenam di seluruh dunia pada tahun 2024.

Di situs ulasan film Rotten Tomatoes, Wicked mendapat skor yang sangat mengesankan. Kritikus memberi skor 92 persen, sementara penonton menghadiahi skor nyaris sempurna 99 persen. Sebagian besar kritikus memuji hasil Wicked secara umum, menilai film ini sukses menghadirkan tontonan megah dengan unsur musikal dan tarian yang menakjubkan.

Film ini juga meraih berbagai penghargaan dan nominasi bergengsi. Pada ajang Academy Awards (Oscar) ke-97, Wicked menerima 10 nominasi, termasuk Best Picture, dan berhasil memenangkan dua kategori yaitu Best Costume Design dan Best Production Design. Sebelumnya, film ini juga memenangkan empat penghargaan di Astra Film Awards, termasuk Best Picture dan Best Director untuk Jon M. Chu.

Sambutan di Indonesia dan Fenomena Budaya

Di Indonesia, Wicked tayang mulai 20 November 2024 dan mendapat antusiasme tinggi dari penonton. Warna hijau dan pink mewarnai penayangan film musikal ini, mencerminkan identitas visual dari dua karakter utama. Film ini merupakan proyek ambisius sutradara Jon M. Chu yang membawakan keindahan persahabatan lewat hubungan Elphaba dan Glinda.

Namun, kehadiran Wicked di Indonesia juga memicu perdebatan menarik. Penyanyi Marion Jola, yang menjadi perwakilan Indonesia dalam acara gala premier film ini di Sydney, menyebut bahwa banyak orang di Indonesia tidak tahu tentang Wicked karena tidak ada teater musikal di Indonesia. Pernyataan ini menuai kritik dari netizen, namun juga membuka diskusi tentang akses terhadap budaya musikal di Indonesia.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Wicked berhasil menciptakan fenomena budaya di media sosial. Lagu-lagu seperti "Popular" banyak dicover oleh para influencer di platform seperti TikTok dan Instagram. Film ini juga menginspirasi berbagai kolaborasi merek dan pengalaman bertema, termasuk hotel di Indonesia yang menawarkan pengalaman bersantap bertema Wicked.

Wicked: For Good, Sekuel yang Dinanti

Kesuksesan Wicked bagian pertama otomatis membawa antisipasi tinggi terhadap sekuelnya. Awalnya berjudul Wicked Part Two, film kedua ini secara resmi diubah namanya menjadi Wicked: For Good, terinspirasi dari lagu emosional di babak kedua musikal Broadway. Sekuel ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 21 November 2025.

Film kedua akan mengadaptasi babak kedua dari musikal panggung dan mengikuti Glinda dan Elphaba saat Oz jatuh di bawah kekuasaan otoriter, menguji persahabatan mereka sambil merumuskan kembali makna "baik" dan "jahat". Para pemain utama seperti Cynthia Erivo, Ariana Grande, Michelle Yeoh, Jeff Goldblum, dan Jonathan Bailey akan kembali dalam peran yang diperluas dan diperkaya secara emosional. Syuting untuk kedua film dilakukan secara bersamaan di Elstree Studios dari Desember 2022 hingga Januari 2024.

Penutup: Sebuah Mahakarya yang Mengubah Cara Pandang

Wicked bukan sekadar film musikal biasa. Lebih dari itu, film ini adalah sebuah mahakarya yang berhasil mengubah cara pandang penonton terhadap tokoh-tokoh klasik dari dunia Oz. Dengan menggali masa lalu dan motivasi di balik sosok yang selama ini dikenal sebagai "penyihir jahat", film ini mengajarkan bahwa tidak ada manusia yang sepenuhnya jahat atau sepenuhnya baik.

Melalui perpaduan visual yang memukau, musik yang menggetarkan, akting yang luar biasa, dan cerita yang menyentuh, Wicked telah berhasil menciptakan pengalaman sinematik yang tak terlupakan. Keberhasilannya meraih pujian kritikus dan cinta penonton di seluruh dunia membuktikan bahwa film ini telah menjadi fenomena budaya yang akan dikenang dalam sejarah perfilman.

Bagi para pencinta film musikal, Wicked adalah tontonan wajib yang menghangatkan hati, memanjakan mata, dan menggugah pemikiran. Bagi mereka yang belum mengenal dunia Oz, film ini menjadi pintu masuk yang sempurna untuk menjelajahi salah satu kisah paling ikonik dalam budaya populer. Dan bagi para penggemar setia musikal Broadway, adaptasi film ini adalah bukti bahwa karya klasik pun bisa disajikan dengan cara baru yang segar dan memukau.

Lebih baru Lebih lama