Review Film Finding 'Ohana: Petualangan Keluarga yang Menghangatkan Hati

Finding 'Ohana
Finding 'Ohana (Netflix.com)

Informassa - Film Finding 'Ohana merupakan salah satu tayangan orisinal Netflix yang dirilis pada 29 Januari 2021 dan masih menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta film petualangan keluarga hingga tahun 2026. Disutradarai oleh Jude Weng dalam debut penyutradaraannya serta ditulis oleh Christina Strain, film ini menghadirkan perpaduan unik antara petualangan ala The Goonies dengan kekayaan budaya Hawaii yang autentik. Dengan durasi 2 jam 3 menit, film berdurasi sedang ini mampu membawa penonton menjelajahi keindahan alam Oahu sambil menyelami makna mendalam dari kata 'ohana——konsep keluarga dalam budaya Hawaii.

Sinopsis Film Finding 'Ohana

Cerita berpusat pada Pilialoha "Pili" Kawena (Kea Peahu), seorang gadis berusia 12 tahun dari Brooklyn yang sangat gemar berpetualang dan merupakan juara Geocache——permainan mencari harta karun berbasis GPS. Impian Pili untuk menghabiskan liburan musim panas di kamp Geocache di Catskills harus sirna ketika ibunya, Leilani (Kelly Hu), memutuskan untuk membawa Pili dan kakak laki-lakinya, Ioane atau "E" (Alex Aiono), ke Oahu, Hawaii, untuk mengunjungi kakek mereka, Kimo (Branscombe Richmond), yang baru saja mengalami serangan jantung.

Kedatangan mereka di Oahu terasa membosankan bagi Pili, terutama karena ia harus beradaptasi dengan kehidupan di pedesaan yang jauh dari hiruk-pikuk kota besar. Namun, segalanya berubah ketika Pili menemukan sebuah jurnal usang milik seorang pelaut bernama Monks di studio seni kakeknya. Jurnal itu berisi petunjuk tentang harta karun tersembunyi milik Kapal Peruvian yang dahulu disewa oleh penjajah Spanyol. Dengan bantuan teman baru bernama Casper (Owen Vaccaro), serta kakaknya Ioane yang awalnya enggan dan teman lokal bernama Hana (Lindsay Watson), Pili memulai petualangan mendebarkan untuk menemukan harta karun tersebut.

Petualangan mereka tidaklah mudah. Keempat remaja ini harus melewati berbagai rintangan di dalam gua, termasuk yang disebut "Jaws of Death", laba-laba beracun, dan terowongan bawah air. Namun, yang paling menegangkan adalah ketika mereka menyadari bahwa harta karun itu disimpan di makam suci, dan mengambilnya berarti membangkitkan Nightmarchers——roh-roh prajurit Hawaii kuno yang mematikan. Konflik memuncak ketika mereka harus memilih antara harta karun dan keselamatan mereka sendiri, yang pada akhirnya mengajarkan mereka tentang arti sebenarnya dari menghormati leluhur dan budaya.

Deretan Pemain Berbakat

Salah satu kekuatan utama Finding 'Ohana terletak pada deretan pemainnya yang berbakat. Kea Peahu, yang merupakan penduduk asli Hawaii, memerankan Pili dengan energi alami yang mengesankan. Penampilan perdananya di film layar lebar ini berhasil menghidupkan karakter gadis pemberani dan keras kepala yang mendambakan petualangan.

Alex Aiono, yang dikenal sebagai penyanyi populer di YouTube, memerankan Ioane, kakak Pili yang awalnya terlihat cuek namun akhirnya menunjukkan perkembangan karakter yang menarik. Lindsay Watson berperan sebagai Hana, gadis lokal yang memiliki impian besar dan menjadi minat cinta Ioane. Owen Vaccaro melengkapi kuartet utama sebagai Casper, teman baru Pili yang menjadi mitra setianya dalam petualangan.

Para pemain pendukung juga tidak kalah menarik. Kelly Hu, yang pernah menyandang gelar Miss Hawaii 1993, memerankan Leilani dengan penuh penghayatan. Branscombe Richmond sebagai Kimo berhasil menyampaikan nuansa emosional hubungan antara kakek dan cucu. Yang mencuri perhatian adalah kehadiran Ke Huy Quan——yang dulu dikenal sebagai Short Round di Indiana Jones and the Temple of Doom dan Data di The Goonies——dalam peran George Phan. Kehadirannya seakan menjadi jembatan simbolis antara film klasik tahun 1980-an dan petualangan modern ini. Selain itu, ada pula Chris Parnell, Marc Evan Jackson, Ricky Garcia, dan YouTuber terkenal Ryan Higa dalam peran-peran pendukung.

Menyelami Budaya Hawaii dan Makna 'Ohana

Sesuai dengan judulnya, Finding 'Ohana bukan sekadar film petualangan biasa. Istilah 'ohana sendiri dalam bahasa Hawaii berarti keluarga, yang dipopulerkan secara luas melalui film animasi Disney Lilo & Stitch. Film ini berhasil mengangkat tema keluarga dan warisan budaya dengan cara yang menghibur namun tetap bermakna.

Sepanjang film, penonton diajak untuk menyaksikan bagaimana Pili dan Ioane——yang dibesarkan di Brooklyn dan terpisah dari akar budaya mereka——perlahan-lahan menemukan kembali identitas Hawaii mereka. Melalui petualangan mencari harta karun, mereka belajar tentang sejarah keluarga, bahasa Hawaii, adat istiadat, dan kepercayaan leluhur. Film ini dengan indah menggambarkan bagaimana Pili mengembangkan pengetahuan dan kecintaannya terhadap Hawaii serta warisan budayanya.

Yang membuat film ini istimewa adalah caranya menghadirkan mitologi Hawaii secara autentik. Konsep Nightmarchers——roh prajurit Hawaii kuno yang diyakini masih berkeliaran——diperkenalkan sebagai elemen cerita yang menghormati sistem pengetahuan dan kepercayaan asli Hawaii. Film ini tidak sekadar menggunakan elemen budaya sebagai latar belakang, tetapi benar-benar menjadikannya bagian integral dari narasi. Seperti yang diungkapkan oleh para kritikus, Finding 'Ohana adalah "surat cinta untuk Hawaii dan budaya Hawaii asli".

Respon Kritikus dan Penilaian

Secara keseluruhan, Finding 'Ohana mendapatkan sambutan yang cukup positif dari para kritikus. Di situs agregator Rotten Tomatoes, film ini meraih tingkat persetujuan sebesar 83 persen berdasarkan 18 ulasan kritikus dengan rating rata-rata 7,3 dari 10. Sementara itu, Metacritic memberikan skor 69 dari 100 yang mengindikasikan "ulasan yang umumnya baik" berdasarkan tujuh kritikus. Skor tomatometer bahkan mencapai 84 persen dengan penilaian audiens 85 persen. Di IMDb, film ini mendapat rating 6,1 dari 10 berdasarkan lebih dari 12.700 penilaian.

Berbagai media terkemuka memberikan ulasan yang beragam namun sebagian besar positif. Variety menyebut film ini sebagai "petualangan yang ramah keluarga, berorientasi karakter, yang memikat sekaligus menghibur". Namun, mereka juga mencatat bahwa setelah satu jam pertama, "kelelahan ringan mulai menyelinap" dan film mulai kehilangan arah. The New York Times memberikan perspektif yang lebih kritis, menyatakan bahwa "petualangan mencari harta karun di pusat film ini melemahkan pandangan yang lebih menarik tentang dinamika keluarga dan masa depan warisan budaya yang tidak pasti". Meski demikian, mereka mengakui bahwa Kelly Hu dan Branscombe Richmond menyampaikan "hubungan yang lembut dan terluka" yang menekankan pembelajaran untuk melangkah maju dan terus hidup.

IGN memberikan ulasan positif dengan menyebutnya sebagai "kesenangan musim panas yang hadir lebih awal dengan petualangan ramah keluarga yang gemilang". Screen Rant menonjolkan bagaimana film ini "mengembangkan pengetahuan dan cinta Pili dan Ioane terhadap Hawaii dan warisan mereka". Sementara itu, Common Sense Media memberikan apresiasi atas cara film ini "merayakan bahasa dan budaya Hawaii dalam kisah petualangan tentang dua saudara yang menemukan warisan keluarga dan membentuk identitas mereka sendiri".

Kelebihan dan Kekurangan Film

Seperti kebanyakan film, Finding 'Ohana memiliki kelebihan dan kekurangannya. Di sisi positif, film ini menawarkan pemandangan Hawaii yang memukau——dari pantai hingga pegunungan——yang menjadi nilai jual tersendiri. Aktualitas dan semangat petualangan yang dibawakan para pemain muda juga patut diacungi jempol, terutama penampilan Kea Peahu yang memukau di debut filmnya. Film ini juga berhasil menyampaikan pesan-pesan positif tentang keluarga, budaya, dan menghormati leluhur dengan cara yang menghibur dan mendidik.

Namun, ada beberapa catatan kritis. Durasi 2 jam 3 menit dirasa terlalu panjang oleh sebagian penonton dan kritikus, dengan beberapa menyebut film ini "terlalu penuh" dan menguji daya tahan perhatian penonton. Dialog yang "kasar" dan momen-momen "cringe" juga disebut sebagai kelemahan. Beberapa kritikus merasa bahwa alur cerita terlalu dapat diprediksi dan nuansa petualangannya terkadang terasa dipaksakan. Perbandingan dengan The Goonies memang tak terhindarkan, dan banyak yang menilai film ini sebagai versi inferior dari film klasik tersebut. Seorang pengguna IMDb bahkan dengan blak-blakan menyebutnya "The Goonies versi miskin".

Untuk penonton keluarga, perlu diperhatikan bahwa film ini tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 10 tahun karena mengandung tema, kekerasan, adegan menakutkan, dan bahasa kasar ringan. Untuk anak usia 10-12 tahun, pendampingan orang tua disarankan, sementara anak usia 13 tahun ke atas dianggap aman untuk menontonnya.

Kesimpulan: Layak Ditontonkah?

Finding 'Ohana adalah film yang tepat bagi mereka yang mencari tontonan ringan namun bermakna untuk ditonton bersama keluarga. Meskipun tidak sebrilian The Goonies atau film petualangan klasik lainnya, film ini memiliki pesonanya sendiri——perpaduan antara petualangan mendebarkan, keindahan alam Hawaii, dan pesan mendalam tentang keluarga serta warisan budaya. Film ini mengingatkan kita akan perasaan nyaman ketika berada di 'ohana kita sendiri.

Bagi yang tertarik dengan budaya Hawaii, film ini menawarkan pengenalan yang menarik terhadap tradisi, bahasa, dan kepercayaan masyarakat asli Hawaii. Bagi penggemar film petualangan, film ini menyajikan perjalanan yang seru meskipun terkadang dapat diprediksi. Dan bagi keluarga, film ini adalah pilihan yang aman dan menghibur selama memperhatikan batasan usia yang dianjurkan.

Dengan rating yang solid di berbagai platform dan ulasan yang sebagian besar positif, Finding 'Ohana layak masuk dalam daftar tontonan Anda, terutama jika Anda mencari film yang menghangatkan hati dan membawa pesan tentang arti keluarga sejati. Seperti yang disampaikan oleh salah satu kritikus, "Kita meninggalkan film ini dengan perasaan seperti telah menemukan 'ohana kita sendiri".

Lebih baru Lebih lama