![]() |
| No Na (YouTube.com) |
Informassa - Girl group asal Indonesia, No Na, kembali mencuri perhatian industri musik Tanah Air dan dunia melalui perilisan single terbaru mereka yang bertajuk “Honk!” pada Jumat, 31 Juli 2026. Lagu ini menjadi rilisan pra-album yang memperkenalkan arah musikal sekaligus konsep utama dari album debut perdana mereka yang bertajuk “Island Girl”, yang dijadwalkan akan diluncurkan secara penuh pada 18 September 2026 mendatang. Di bawah naungan label internasional 88rising, No Na kembali menunjukkan konsistensinya dalam mengangkat unsur budaya Indonesia ke dalam karya musik berorientasi pasar global.
Mengenal No Na, Girl Group Indonesia di Bawah Naungan 88rising
No Na adalah girl group Indonesia yang beranggotakan empat orang wanita muda berbakat, yakni Christy Gardena, Baila Fauri, Esther Geraldine, dan Shafza Adesya. Keempat anggota ini berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, namun memiliki semangat yang sama di bidang musik dan hiburan. Menariknya, dua di antara mereka, yakni Baila dan Esther, merupakan jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol. Sebagai girl group pertama dari 88rising yang debut dengan konsep energik dan visual yang kuat, No Na telah menorehkan berbagai pencapaian impresif. Sebelum merilis “Honk!”, mereka telah lebih dulu meluncurkan single “Work” pada Maret 2026 yang mengusung tema kerja keras untuk meraih impian, serta “Rollerblade” yang merayakan kebebasan dan menikmati gelombang kehidupan. Kedua single tersebut, bersama dengan “Honk!”, akan menjadi bagian dari album “Island Girl” yang berisi total 15 trek.
“Honk!” dan Fenomena Om Telolet Om yang Kembali Hidup
Salah satu daya tarik utama dari lagu “Honk!” adalah pengangkatan kembali fenomena viral “Om Telolet Om” yang sempat mendunia pada tahun 2016. Fenomena ini bermula dari rekaman video anak-anak di Indonesia yang bersorak gembira saat bus dengan klakson modifikasi melintas, yang kemudian diikuti oleh video lain dengan kerumunan orang yang memegang selembar kertas sambil meneriakkan permintaan tersebut. No Na berhasil menghidupkan kembali tren ini dengan mengintegrasikan suara klakson khas bus AKAP sebagai elemen nostalgia yang unik dalam lagu mereka. Hal yang membuat publik semakin terkejut adalah pengakuan dari Rich Brian, musisi Indonesia berskala internasional yang juga bernaung di bawah 88rising, bahwa ia mengisi suara “Om Telolet Om” pada bagian tertentu di lagu tersebut. “Terima kasih sudah memperkerjakan saya sebagai latar vokal Om Telolet Om profesional. Selamat untuk kalian!!” tulis Brian di media sosialnya. Kehadiran suara Rich Brian yang menyebut “Om Telolet Om” di sela-sela lagu menjadi kejutan tersendiri yang menambah nilai spesial pada karya ini.
Nuansa Lokal yang Kental dalam Lirik dan Musik
Lagu “Honk!” tidak hanya mengandalkan elemen suara klakson, tetapi juga menghadirkan nuansa lokal yang sangat kental melalui liriknya. Di tengah gempuran lagu-lagu berbahasa Inggris, No Na dengan berani menyelipkan beberapa bagian menggunakan Bahasa Indonesia, seperti kata “kakak adek” dan “angkot”. Perpaduan lirik lokal dengan musik pop progresif ini membuat “Honk!” memiliki karakter yang kuat dan mudah dikenali. Ajakan ikonik “Get on the angkot!” menjadi salah satu bagian yang paling mudah diingat dan berhasil menarik perhatian pendengar. Tidak hanya itu, lirik lagu ini juga memuat frasa “Sabang sampai Merauke” yang menjadi penegasan identitas budaya Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Secara keseluruhan, lirik “Honk!” menggunakan kendaraan sebagai simbol perjalanan hidup, menggambarkan semangat untuk terus melaju, berani mengambil langkah baru, dan menikmati setiap proses menuju tujuan yang ingin dicapai. Lagu ini mengusung tema kebebasan, rasa percaya diri, dan keseruan menjalani hidup bersama teman-teman.
Konsep Visual yang Merayakan Kehidupan Jalanan Indonesia
Video musik “Honk!” yang dirilis bersamaan dengan single ini juga menjadi sorotan karena konsep visualnya yang unik dan segar. Alih-alih menonjolkan estetika kota besar yang glamor, lagu ini justru merayakan hiruk-pikuk jalanan khas Indonesia. Beragam latar seperti angkot warna-warni, bus, warung pinggir jalan, toko kelontong, hingga suasana perkotaan ditampilkan untuk memperkuat identitas Indonesia. Video musik ini mengusung estetika era Y2K dengan sentuhan lokal yang modern dan memikat. Penonton disuguhkan visual mulai dari bus kota, warung kelapa muda, kedai pinggir jalan, hingga pedagang gerobak keliling yang dikemas secara modern. Tidak ketinggalan, aksi salto dari salah satu anggota, Christy, turut menjadi perhatian dalam video musik ini. Melalui “Honk!”, No Na berhasil menyulap estetika angkot yang sering dianggap biasa menjadi simbol gaya hidup urban yang ikonik, penuh warna, dan sangat autentik.
Sambutan Luar Biasa dan Capaian di Platform Digital
Perilisan “Honk!” mendapat sambutan yang sangat positif dari para penggemar dan penikmat musik. Kolom komentar media sosial No Na dipenuhi respons positif dari penggemar yang mengapresiasi keberanian grup tersebut mengangkat budaya jalanan Indonesia menjadi karya pop yang relevan di pasar global. Video musik “Honk!” berhasil masuk trending di YouTube Indonesia, Singapura, dan Australia. Dalam waktu singkat, video tersebut telah ditonton lebih dari 1,1 juta kali dengan 138 ribu likes di YouTube. Bahkan, dalam 24 jam pertama setelah perilisannya, “Honk!” sudah mengumpulkan lebih dari 1 juta penayangan. Capaian ini menunjukkan bahwa musik Indonesia dengan identitas lokal yang kuat memiliki daya tarik yang tidak kalah di kancah internasional.
Kolaborasi dengan Musisi Ternama
Lagu “Honk!” tidak hanya melibatkan keempat anggota No Na dalam proses kreatifnya, tetapi juga melibatkan sejumlah kolaborator berbakat. Lagu ini ditulis oleh keempat personel No Na bersama beberapa kolaborator, termasuk Stephanie Poetri, penyanyi yang dikenal melalui hit “I Love You 3000”. Keterlibatan Stephanie Poetri dalam penulisan lagu ini menambah dimensi kreatif yang memperkaya karya tersebut. Selain itu, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Rich Brian turut ambil bagian dengan mengisi suara “Om Telolet Om” pada bagian tertentu di lagu. Kolaborasi dengan musisi-musisi ternama ini semakin mengukuhkan posisi “Honk!” sebagai karya yang tidak hanya berkualitas secara musikal, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam memperluas jangkauan pendengar.
“Island Girl”: Album Debut yang Dinantikan
“Honk!” menjadi bagian penting dari album debut No Na yang bertajuk “Island Girl”. Album yang berisi total 15 lagu ini dijadwalkan rilis pada 18 September 2026. Sebelumnya, No Na telah memperkenalkan dua single lain, yakni “Work” dan “Rollerblade”, yang juga akan menjadi bagian dari album tersebut. Dengan dirilisnya “Honk!”, penggemar kini dapat melakukan pre-save album “Island Girl” melalui berbagai platform layanan streaming musik digital. Album ini diprediksi akan menjadi tonggak penting dalam karier No Na sekaligus membuktikan bahwa musik pop Indonesia mampu bersaing di pasar global tanpa harus meninggalkan identitas budaya.
Membuktikan bahwa Musik Indonesia Bisa Mendunia
Melalui “Honk!”, No Na dan 88rising telah membuktikan bahwa unsur budaya lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk tampil dalam musik berstandar global. Klakson telolet, angkot, hingga toko kelontong yang selama ini menjadi bagian keseharian masyarakat Indonesia, kini mampu diangkat menjadi karya seni yang diakui di kancah internasional. No Na sukses menunjukkan bahwa musik pop Indonesia tidak harus meninggalkan identitas budaya untuk diterima dunia. Peluncuran “Honk!” menjadi langkah lanjutan No Na dalam memperkenalkan budaya Indonesia di panggung musik global sepanjang tahun 2026. Dengan energi yang dibawa melalui lagu ini, No Na mengajak pendengar untuk melihat kembali sisi menyenangkan dari pengalaman sederhana di jalanan Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa kebisingan jalanan pun bisa diolah menjadi sebuah karya seni yang merayakan kehidupan masyarakat Indonesia secara apa adanya, autentik, dan tetap berkelas.
